kurang bersyukur ni anak …!!!

Sebuah RENUNGAN

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar. Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya “Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”

“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,” jawab anak itu dengan malu-malu. “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa Nak?” Tanya si pemilik kedai. “Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.

Pemilik kedai itu berkata “Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai diambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering lupa untuk berterima kasih.

Sudah kah kita menyadari hal ini..?
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan memperbaiki kesalahan kita khusus’a kepada orang tua kita. Mereka selalu mempedulikan kita apa pun yang terjadi, bahkan ketika sedang marah kepada kita.

Mereka siap saat kita kelaparan di malam hari, saat kita masih tak berdaya dalam buaian mereka. Kita hanya bisa merengek meminta belas kasih mereka saat kita membutuhkan’a.

Tapi apakah kita selalu ada saat orang tua kita membutuhkan?
Pernahkan kita menyuapi orang tua ketika mereka sakit?
Atau menggendong mereka ketika kaki’a sakit?
Atau membersihkan kotoran orang tua kita?

Renungkanlah….
Betapa besar cinta & sayang orang tua kita…
Jangan sampai kita melupakan hal itu walau sedetik saja
Karena kita tahu bahwa surga itu dibawah telapak kaki ibu
Tapi kadang kita tak tahu dimana letak pintu’a
Karena sesungguh’a pintu surga itu
Ada pada keikhalasan orang tua kita
Terutama ibu…